Mengolok-olok dan Mendambakan Jakarta

Lahir, besar, dan masih tinggal di kota kecil hingga detik ini, membuat kami punya bayangan sendiri tentang kota-kota besar.

Saat tengah cangkruk beberapa malam lalu, sahabat saya, Andry, tiba-tiba berkata ingin segera lulus kuliah dan meninggalkan Malang. Saya tak terkejut karena kami berkali-kali membicarakan hal yang sama. Dalam benak yang gamam, saya juga menyimpan keinginan serupa. Malang, bagi kami yang berusia tanggung saat ini, seakan jadi lagu yang diputar on repeat dan perlahan membuat kami mati kebosanan.

Baca selebihnya »